Dari Dukuh Grobogan untuk Dunia: Ketua DPRD Jepara dan Jamaluddin Malik Nyalakan Kebangkitan Meubel Rakyat

Gambar: Dari Dukuh Grobogan untuk Dunia: Ketua DPRD Jepara & Jamaluddin Malik Nyalakan Kebangkitan Meubel Rakyat

TNews, JEPARA – Harapan baru bagi kebangkitan ekonomi rakyat kembali menyala dari Dukuh Grobogan, Desa Kecapi. Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Agus Sutisna, bersama Anggota DPR RI Komisi XII, Jamaluddin Malik, secara resmi melaunching program Digital Marketing Paguyuban Suryo Lingga Jati (Sentra Almari Jepara), Jumat (23/1/2026), di Sekretariat RT 44 RW 8. Momentum ini menjadi tonggak penting transformasi pengrajin meubel lokal menuju pasar digital yang lebih luas, modern, dan berdaya saing.

Didampingi Petinggi Desa Kecapi Sukambali, perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, peluncuran ini berlangsung penuh semangat kebersamaan. Paguyuban Suryo Lingga Jati yang berdiri sejak 2013 dan telah berbadan hukum sejak 2021 kini menaungi sekitar 55 pengrajin meubel, mayoritas pengrajin almari berbahan jati. Seluruhnya berasal dari RW 8 Dukuh Grobogan, kawasan yang sejak lama dikenal sebagai jantung produksi almari Jepara.

Ke depan, paguyuban ini juga merencanakan pembangunan showroom bersama sebagai etalase produk unggulan pengrajin lokal, sekaligus pusat promosi yang menghubungkan karya rakyat dengan pasar nasional bahkan global.


Launching digital marketing ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi strategi nyata untuk membangkitkan kembali kejayaan industri meubel rakyat. Tujuan besarnya adalah memperkuat sistem produksi, meningkatkan daya saing pemasaran, menghindari perang harga yang merugikan, serta membangun manajemen usaha yang sehat melalui musyawarah dan kebersamaan. Saat ini, hampir 50 pengrajin telah bergabung dan berkomitmen mengembangkan sentra khusus produk almari jati secara kolektif.

Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif masyarakat Dukuh Grobogan. Menurutnya, digital marketing yang dikelola secara bersama akan menjadi kekuatan baru bagi pengrajin kecil agar tidak lagi terpinggirkan oleh sistem pasar yang timpang.

“Saya sangat mengapresiasi ikhtiar masyarakat Dukuh Grobogan. Digital marketing berbasis kebersamaan ini bukan hanya soal jualan, tapi tentang mengangkat martabat karya rakyat. Dengan satu sentra, pembeli akan lebih mudah menemukan produk berkualitas Jepara,” tegas Agus Sutisna.

Ia juga menegaskan kesiapan DPRD Jepara untuk mendorong penguatan infrastruktur, sarana prasarana, serta kebijakan pendukung agar transformasi digital ini dapat berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan pengrajin.


Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XII Jamaluddin Malik menyatakan komitmennya untuk terus membina dan bersinergi dengan Paguyuban Suryo Lingga Jati. Ia optimistis sentra almari Jepara mampu bangkit kembali dan merebut kejayaan seperti masa lalu.

“Pengrajin Jepara adalah aset bangsa. Saya siap mendampingi, memfasilitasi pelatihan digital marketing, dan membuka jejaring agar karya-karya ini menembus pasar yang lebih luas. Kita ingin ekonomi rakyat benar-benar naik kelas,” ujar Jamaluddin Malik penuh semangat.

Ketua Paguyuban Sentra Almari Jepara, Arwani, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran serta dukungan para pemimpin daerah dan nasional tersebut. Ia menyebut momentum ini sebagai titik balik kebangkitan ekonomi Dukuh Grobogan.

“Ini kehormatan besar bagi kami. Kami percaya, dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, Dukuh Grobogan akan bangkit kembali sebagai sentra almari Jepara yang kuat, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Peluncuran digital marketing ini menandai babak baru perjuangan pengrajin meubel Jepara: dari bengkel sederhana menuju pasar global, dari kerja sunyi menuju karya yang diakui dunia — membuktikan bahwa ketika rakyat, pemimpin, dan teknologi bersatu, kebangkitan bukan sekadar mimpi, tetapi keniscayaan.*

Peliput: Petrus

Tinggalkan Balasan