TNews, SLAWI – Pemerintah Kabupaten Tegal mulai mematangkan arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Pendopo Amangkurat, Selasa (31/03/2026). Dalam forum tersebut, percepatan pembangunan infrastruktur dasar menjadi isu utama yang disoroti.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menegaskan, perencanaan pembangunan tidak hanya soal program, tetapi juga bagaimana menjawab kebutuhan riil masyarakat. Ia menyebut, selain infrastruktur, sektor pariwisata berkelanjutan, ekonomi syariah, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia turut menjadi fokus kebijakan.
“Ini forum untuk menyamakan arah sekaligus mencari solusi atas persoalan daerah,” ujarnya di hadapan peserta Musrenbang.
Di sisi lain, Pemprov Jawa Tengah melihat peluang besar pada pengembangan sektor berbasis komunitas. Perencana Bappeda Jateng, Suharyo Joko Purmono, menilai pendekatan melalui BUMDes dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud mengungkapkan, meski pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 5,97 persen, angka pengangguran yang masih berada di level 7,61 persen menjadi tantangan serius.
Menurutnya, dari total usulan Musrenbang yang mencapai Rp456 miliar, pemerintah harus melakukan seleksi ketat agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran, terutama di tengah keterbatasan anggaran.
Kepala Bapperida Kabupaten Tegal Faried Wajdy menambahkan, penyusunan RKPD dilakukan secara partisipatif. Dari 1.140 usulan desa, mengerucut menjadi 314 prioritas di tingkat kecamatan, yang didominasi pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Selain itu, pemerintah juga membuka ruang bagi kelompok rentan melalui Musrenbang tematik, termasuk perempuan, anak, penyandang disabilitas, hingga penanganan stunting.* (Agung)













