TNews,SEMARANG – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) IX DPW PPP Jawa Tengah di Ballroom Hotel Patra Jasa, Semarang, Sabtu (7/2/2026). Agenda lima tahunan ini tidak hanya membahas pembentukan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi forum konsolidasi strategis dalam menyiapkan langkah politik menuju Pemilu 2029.
Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, menegaskan Muswil merupakan momentum penting bagi partai untuk merumuskan arah perjuangan politik yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat. Menurutnya, setiap tahapan permusyawaratan dirancang sistematis agar PPP memiliki agenda politik jangka menengah dan panjang yang jelas dan terukur.
“Muswil ini bukan sekadar forum struktural, tetapi ruang strategis untuk memastikan PPP hadir secara nyata dalam memperjuangkan ekonomi rakyat dan mengawal program-program pemerintah agar benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujar Mardiono usai membuka kegiatan.
Ia menambahkan, tujuan kemerdekaan Indonesia yang berlandaskan kesejahteraan rakyat harus terus menjadi roh perjuangan politik PPP. Dalam sistem demokrasi, kedaulatan rakyat tidak hanya dimaknai secara politik, tetapi juga secara ekonomi, sehingga seluruh kader dituntut untuk terus mendengar dan merespons aspirasi masyarakat.

Muswil IX DPW PPP Jawa Tengah dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono, Gus Idror Maemon, Pelaksana Tugas Ketua DPW PPP Jawa Tengah Istajib, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna, Ketua DPW GPK Jawa Tengah Gus Haiz, serta jajaran pengurus DPC PPP dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Dalam Muswil tersebut, Suyono ditetapkan sebagai Ketua DPW PPP Jawa Tengah periode lima tahun ke depan, dengan Nurul Furqon sebagai Sekretaris. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat soliditas internal partai sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna menilai Muswil IX sebagai momentum kebangkitan PPP menuju Pemilu 2029. Ia menegaskan bahwa kebersamaan, kekompakan, dan konsolidasi kader menjadi modal utama partai untuk kembali meraih kepercayaan rakyat dan menembus parlemen.
“PPP masih memiliki basis suara yang kuat. Perolehan sekitar 5,8 juta suara pada Pemilu 2024 adalah modal sosial-politik yang sangat berharga. Jika dikonsolidasikan dengan baik, saya optimistis PPP bisa kembali ke parlemen pada 2029,” tegas Agus Sutisna.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan nasional PPP yang terus mendorong partai tetap berada di jalur politik kerakyatan, moderat, dan konstruktif. Menurutnya, PPP harus hadir sebagai kekuatan politik yang tidak hanya bicara kekuasaan, tetapi lebih pada keberpihakan nyata terhadap kepentingan umat dan rakyat kecil.
Agus berharap kepengurusan baru DPW PPP Jawa Tengah mampu memperkuat kerja-kerja struktural hingga tingkat akar rumput, membangun komunikasi publik yang sehat, serta menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Jika PPP konsisten pada nilai perjuangan dan keberpihakan kepada rakyat, maka kepercayaan publik akan kembali tumbuh. Inilah momentum kebangkitan yang sesungguhnya,” pungkasnya.*
Peliput: Petrus













