TNews, JEPARA – Ketua DPRD Kabupaten Jepara Agus Sutisna bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah turun langsung melakukan pemantauan ke sejumlah titik strategis guna memastikan stabilitas kebutuhan pokok dan kesiapan layanan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Kegiatan monitoring ini dipimpin oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, serta melibatkan unsur TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.
Pemantauan dilakukan di beberapa lokasi vital, di antaranya Pasar Jepara 2, SPBU Mulyoharjo, SPBE Mulyoharjo, serta Pos Pengamanan Lebaran Alun-Alun 1 Jepara.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan tetap aman dan terkendali, baik dari sisi ketersediaan bahan pokok, distribusi energi, maupun kesiapan pengamanan menjelang puncak arus mudik dan perayaan Lebaran.
Dalam keterangannya, Bupati Witiarso Utomo menyampaikan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti minyak goreng.
“Untuk minyak goreng saat ini berada di kisaran Rp20 ribuan. Kami berharap Bulog segera menambah pasokan agar harga kembali stabil,” ujarnya.
Sementara itu, harga cabai merah dilaporkan mulai normal di kisaran Rp50 ribu per kilogram, sedangkan gula mengalami kenaikan tipis sekitar Rp500.
Dari sektor energi, pemerintah memastikan pasokan dalam kondisi aman. Ketersediaan elpiji tercukupi dengan tambahan distribusi sekitar 70 ribu tabung. Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi tetap merata.
Selain itu, stok BBM di SPBU juga dinyatakan aman meskipun terjadi peningkatan konsumsi hingga sekitar 30 persen menjelang Lebaran.
Namun demikian, saat peninjauan di Pasar Jepara 2, sejumlah pedagang menyampaikan keluhan terkait kondisi pasar yang relatif sepi. Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah tengah mengupayakan solusi melalui program revitalisasi pasar yang telah diajukan ke Kementerian Perdagangan.
Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas menjelang hari besar keagamaan.
“Menjelang Idulfitri, kami bersama Forkopimda memastikan secara langsung bahwa ketersediaan bahan pokok, distribusi energi, serta kesiapan pos pengamanan di Jepara dalam kondisi aman dan terkendali. Ini penting agar masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan nyaman,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk terus menjaga stabilitas harga serta mempercepat langkah strategis, termasuk upaya revitalisasi pasar tradisional agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali bergairah.
Tak hanya itu, Agus Sutisna mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menggerakkan roda ekonomi lokal dengan berbelanja di pasar tradisional maupun usaha kecil di daerah.
“Momentum Lebaran harus kita manfaatkan untuk memperkuat ekonomi daerah. Mari berbelanja secara bijak dan mengutamakan produk lokal agar perputaran ekonomi semakin meningkat,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Bupati Jepara juga mengimbau masyarakat yang telah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) agar membelanjakannya di pasar dan usaha lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan adanya pemantauan langsung dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta dukungan penuh dari DPRD, Pemerintah Kabupaten Jepara optimistis kondisi menjelang Lebaran 2026 akan tetap kondusif, baik dari sisi harga, pasokan, maupun pelayanan kepada masyarakat.*
Peliput: Petrus













