TNews, JEPARA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca maritim untuk wilayah Jawa Tengah, termasuk perairan Jepara dan Kepulauan Karimunjawa, pada periode 27 Januari hingga 2 Februari 2026. Penguatan Monsun Asia dan pergeseran Intertropical Convergence Zone (ITCZ) memicu potensi hujan lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi yang berisiko mengganggu keselamatan pelayaran.
Dalam prakiraan khusus perairan Jepara–Karimunjawa pada 2–3 Februari 2026, BMKG memprediksi gelombang laut berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter atau masuk kategori sedang hingga tinggi. Kondisi ini diperparah dengan potensi angin kencang yang dapat meningkatkan tinggi gelombang dan memperburuk stabilitas kapal penyeberangan.
Berdasarkan analisis tersebut, keamanan layanan penyeberangan Jepara–Karimunjawa dinilai dalam status tidak aman dan berisiko tinggi mengalami penundaan atau penghentian sementara. Sebelumnya, pada akhir Januari 2026, jalur pelayaran ini juga sempat ditutup beberapa kali akibat cuaca ekstrem.
BMKG menegaskan bahwa keputusan operasional kapal sepenuhnya bergantung pada izin otoritas pelabuhan atau Syahbandar yang mengacu pada pantauan cuaca harian. Operator kapal hanya akan diberi izin berlayar apabila kondisi laut dinyatakan aman bagi keselamatan penumpang dan awak kapal.
Masyarakat, khususnya wisatawan yang hendak menuju Karimunjawa, diimbau untuk tidak terburu-buru datang ke pelabuhan tanpa memastikan informasi terbaru. Calon penumpang disarankan mengonfirmasi jadwal keberangkatan kepada penyedia jasa transportasi laut seperti Express Bahari, ASDP, atau KMP Siginjai, serta memantau rilis resmi BMKG dan akun media sosial Dishub Jepara.
BMKG juga mengingatkan bahwa prakiraan cuaca maritim bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapan masyarakat sangat diperlukan guna menghindari risiko keselamatan serta kerugian akibat pembatalan perjalanan mendadak.
Situasi ini kembali menjadi pengingat bahwa faktor cuaca ekstrem masih menjadi tantangan serius bagi transportasi laut di jalur wisata unggulan Jepara–Karimunjawa, sehingga keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan pelayaran.*
Peliput: Petrus













