TNews, JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui Dialog Bupati Jepara bersama Perusahaan Modal Asing (PMA) dan Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) yang digelar di Pendopo Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Jepara, Dandim 0719/Jepara, Ketua DPRD Jepara, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam dialog ini, Bupati Witiarso menekankan pentingnya membangun hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan investor guna meminimalisir potensi hambatan investasi. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mewujudkan Jepara sebagai daerah investasi terbaik di Jawa Tengah.
“Intinya kami ingin menjadikan Jepara sebagai daerah investasi terbaik di Jateng. Dan itu butuh partisipasi berbagai kalangan, termasuk pengusaha,” ujar Bupati yang akrab disapa Wiwit itu.
Jepara: Kota Perdagangan Dunia
Dalam pemaparannya, Wiwit menyebut bahwa Jepara telah menyandang status sebagai kota perdagangan dunia, dengan ekspor mebel, furnitur, dan ukiran yang telah menembus sekitar 160 negara. Pada tahun 2023, nilai ekspor Jepara mencapai 659,2 juta dolar Amerika Serikat, di mana produk berbahan dasar kayu menyumbang angka 319,1 juta dolar Amerika Serikat.
“Setiap tahun, produk asal Jepara mencapai ratusan juta dolar dalam ekspor. Ini adalah bukti bahwa Jepara sudah memiliki daya saing global yang harus terus kita tingkatkan,” jelasnya.
Pembangunan Pelabuhan untuk Percepatan Ekonomi
Salah satu langkah strategis yang diusung Pemkab Jepara adalah rencana pembangunan pelabuhan di Balong Kembang sesuai dengan tata ruang wilayah (RT/RW) yang telah ditetapkan. Pelabuhan ini diproyeksikan untuk melayani empat kabupaten sekaligus: Jepara, Kudus, Pati, dan Rembang.
“Jika pelabuhan ini terealisasi, maka para pelaku usaha akan lebih nyaman karena akan ada kawasan industri yang terhubung langsung dengan pelabuhan. Jadi mari kita berkolaborasi,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Jepara juga mendorong dukungan investor terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah, sebagai bentuk tanggung jawab sosial bagi kesejahteraan dan pendidikan anak-anak di daerah.
Dukungan Keamanan dan Stabilitas Investasi
Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Jepara, AKBP Erick Budi Santoso, menegaskan bahwa stabilitas keamanan sangat penting untuk mendukung investasi. Ia mengapresiasi kebijakan Bupati Jepara yang mampu menjaga keseimbangan antara pengusaha dan buruh, terutama dalam menghadapi aksi unjuk rasa serikat buruh yang dijadwalkan pada 11–21 Maret 2025.
Sementara itu, Dandim 0719/Jepara, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E., menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara TNI, pengusaha, dan pemerintah daerah guna menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi.
Ketua DPRD Jepara turut menambahkan bahwa perlu adanya strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor PMA dan PMDN. Melalui kebijakan yang inovatif dan edukatif, diharapkan semakin banyak investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Jepara.
Sinergi untuk Kemajuan Jepara
Dialog ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah, pengusaha, dan investor. Dengan komunikasi dua arah yang baik dan komitmen bersama, Jepara diharapkan terus berkembang sebagai kota investasi unggulan di Jawa Tengah dan semakin diperhitungkan di tingkat global.*
Peliput: Petrus