Event Banyak, Hasil Belum Jelas: Ada Apa dengan Pariwisata Jepara 2025?

Gambar: Pariwisata Jepara 100% Sukses? Angka Tinggi, PAD Masih Misteri. (8/4/2026).

TNews, JEPARA – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Jepara Tahun 2025 mencatat capaian yang terlihat mengesankan di sektor pariwisata. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) melaporkan hampir seluruh program berjalan dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Namun di balik angka sempurna itu, publik mulai bertanya: seberapa besar dampaknya terhadap perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah (PAD)?

Data LKPJ menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah telah melaksanakan 68 kegiatan promosi dan event pariwisata, dengan capaian penuh 100 persen. Selain itu, terdapat 4 laporan kegiatan pemasaran destinasi, serta program pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang juga mencapai target maksimal.

Secara administratif, capaian ini menandakan bahwa seluruh program telah dilaksanakan sesuai rencana. Pemerintah terlihat aktif mempromosikan destinasi wisata, sekaligus berupaya meningkatkan kualitas pelaku wisata melalui pelatihan dan pembekalan.

Namun, di sinilah letak persoalan utamanya.

Aktif Berkegiatan, Tapi Dampak Belum Terlihat

Meski angka capaian menunjukkan hasil sempurna, indikator yang digunakan dalam LKPJ masih berfokus pada jumlah kegiatan dan laporan, bukan pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

Sebagai contoh:

68 event promosi telah dilaksanakan, namun tidak dijelaskan berapa jumlah wisatawan yang datang

SDM dilatih 100 persen, namun tidak diukur apakah pendapatan pelaku wisata meningkat

Destinasi dipasarkan, namun tidak ada data peningkatan PAD dari sektor pariwisata

Padahal, tujuan utama pembangunan sektor pariwisata bukan sekadar menyelenggarakan kegiatan, melainkan menggerakkan ekonomi daerah.

Kontribusi ke PAD Masih Menjadi Tanda Tanya

Dalam konteks pembangunan daerah, pariwisata seharusnya menjadi salah satu sektor strategis yang mampu menyumbang signifikan terhadap PAD, melalui:

Pajak hotel dan penginapan

Pajak restoran dan kuliner

Retribusi objek wisata

Aktivitas ekonomi UMKM

Namun dalam laporan ini, tidak terlihat keterkaitan langsung antara kegiatan pariwisata dengan peningkatan PAD Jepara tahun 2025.

Akibatnya, publik belum mendapatkan gambaran utuh:
apakah geliat pariwisata benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah, atau hanya berhenti pada aktivitas program?

Potensi Besar, Tapi Perlu Ukuran yang Tepat

Jepara memiliki potensi wisata yang sangat besar, mulai dari:

Pantai Bandengan

Karimunjawa sebagai destinasi kelas dunia

Wisata budaya dan ukir khas Jepara

Dengan potensi tersebut, sektor pariwisata seharusnya mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Namun tanpa indikator yang mengukur:

Jumlah wisatawan

Lama tinggal wisatawan

Tingkat hunian hotel

Pertumbuhan UMKM wisata

Kontribusi nyata terhadap PAD

maka keberhasilan pariwisata hanya akan terlihat di atas kertas, bukan dalam kehidupan nyata masyarakat.

Risiko Kinerja Semu: Angka Tinggi, Dampak Minim

Capaian 100 persen di semua indikator justru memunculkan pertanyaan kritis. Jika semua berjalan sempurna, mengapa dampak ekonominya belum terlihat jelas?

Kondisi ini berpotensi menciptakan apa yang disebut sebagai “kinerja semu”:

Target tercapai

Laporan lengkap

Namun manfaat nyata belum terukur

Jika hal ini terus terjadi, maka laporan kinerja hanya menjadi formalitas administratif, bukan alat evaluasi pembangunan yang sesungguhnya.

Saatnya Berubah: Dari Kegiatan ke Dampak

Para pengamat menilai, ke depan pemerintah daerah perlu mengubah pendekatan dalam mengukur keberhasilan sektor pariwisata.

Indikator yang digunakan tidak cukup hanya:

jumlah event

jumlah laporan

persentase kegiatan

Melainkan harus berorientasi pada:

peningkatan PAD

pertumbuhan ekonomi masyarakat

penyerapan tenaga kerja

kesejahteraan pelaku wisata

Dengan demikian, pariwisata benar-benar menjadi sektor yang memberi manfaat nyata, bukan sekadar program rutin tahunan.

Penutup: Publik Menunggu Bukti Nyata

LKPJ 2025 menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara telah bekerja dan bergerak di sektor pariwisata. Namun pekerjaan besar berikutnya adalah memastikan bahwa semua aktivitas tersebut benar-benar menghasilkan dampak ekonomi yang nyata.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan pariwisata tidak diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat dan seberapa besar kontribusinya terhadap PAD.

Jika tidak, maka angka 100 persen hanya akan menjadi catatan di atas kertas,
tanpa benar-benar terasa di kantong rakyat.*

Peliput: Petrus

Tinggalkan Balasan