Guru Kecewa Porsi MBG di SDN 1 Bondo, Pengelola Dapur Tak Beri Klarifikasi

Gambar: Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bangsri kembali menuai sorotan.

TNews, JEPARA– Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bangsri kembali menuai sorotan. Kali ini keluhan datang dari SD Negeri 1 Bondo, Kabupaten Jepara, setelah paket makanan yang dibagikan kepada siswa dinilai tidak sesuai harapan para penerima manfaat.

Tim media yang melakukan penelusuran di lapangan mendapati sejumlah guru tengah menerima distribusi MBG dari dapur SPPG Bangsri Bondo 1 yang dikelola oleh Yayasan Lentera Jagat Sejahtera.

Saat paket dibuka, beberapa guru yang berada di lokasi langsung menunjukkan isi makanan kepada tim media.

Isi Paket Dinilai Kurang Memadai

Dalam paket porsi besar, guru menyebutkan isi yang diterima antara lain:

1. Sari kacang hijau ABC ukuran kecil (perkiraan Rp3.000)

2. Apel kecil satu buah (sekitar Rp2.000)

3. Kacang polong satu bungkus kecil (sekitar Rp1.500)

4. Keripik tempe kualitas biasa satu bungkus kecil (sekitar Rp500)

 

Sementara untuk porsi kecil, isi paket terdiri dari:

1. Sari kacang hijau ABC ukuran kecil (sekitar Rp3.000)

2. Apel kecil satu buah (sekitar Rp2.000)

3. Kacang polong satu bungkus kecil (sekitar Rp1.500)

 

Melihat isi paket tersebut, beberapa guru tampak tersenyum sinis.

“Sangat tidak layak kalau dibandingkan dengan tujuan program ini. Tapi biarlah publik yang menilai,” ujar salah satu guru di lokasi.

Guru lainnya menyebutkan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah beberapa kali menyampaikan masukan kepada pengelola dapur MBG terkait kelayakan menu.

“Sudah sering disampaikan. Jawabannya selalu akan diperbaiki,” kata seorang guru.

Dapur SPPG Tertutup Saat Media Datang

Untuk memastikan dan memperoleh klarifikasi, tim media kemudian mendatangi dapur SPPG Bangsri Bondo 1 yang berada di wilayah Desa Bondo.

Namun saat tiba di lokasi sekitar pukul 11.43 WIB, pintu dapur terlihat tertutup rapat. Beberapa kali pintu diketuk, tetapi tidak ada seorang pun yang keluar menemui media.

Padahal di halaman dapur terlihat kendaraan pengangkut MBG sudah terparkir, menandakan proses distribusi telah selesai. Dari dalam bangunan juga tampak aktivitas dengan pendingin ruangan menyala.

Tim media tetap menunggu hingga pukul 13.47 WIB, namun pintu dapur tidak juga dibuka dan tidak ada pihak pengelola yang memberikan penjelasan.

Akibatnya, hingga berita ini diterbitkan klarifikasi dari pihak SPPG Bangsri Bondo 1 belum diperoleh.

Publik Menuntut Integritas Program

Program MBG sejatinya dirancang untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak dan berkualitas. Karena itu, masyarakat berharap pengelolaan program tersebut dijalankan dengan kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab penuh.

Publik juga mengingatkan bahwa program gizi untuk anak sekolah bukan sekadar kegiatan distribusi makanan, melainkan amanah yang menyangkut masa depan generasi muda.

Masyarakat berharap pengelola dapur MBG tidak menjadikan program ini sekadar rutinitas administratif, apalagi sampai menimbulkan kesan bahwa program gizi berubah menjadi sekadar “usaha mencari keuntungan”, bukan pelayanan bagi penerima manfaat.

Sorotan masyarakat kini tertuju pada pihak pengelola dan pengawas program, agar evaluasi dilakukan secara serius sehingga tujuan utama program gizi benar-benar tercapai.*

Peliput: Petrus

Tinggalkan Balasan