Jepara Bersih Serentak, 200 Ton Sampah Pantai Terangkut

Gambar: Pemerintah Kabupaten Jepara kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir melalui Gerakan Jepara Bersih-bersih Serentak yang digelar pada Jumat (6/2/2026).

TNews, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir melalui Gerakan Jepara Bersih-bersih Serentak yang digelar pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, dan dilaksanakan serentak di 16 kecamatan se-Kabupaten Jepara.

Dalam aksi kolaboratif tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara berhasil mengangkut 15 truk sampah atau sekitar 200 ton sampah dari kawasan pantai dan sekitarnya. Sampah yang dikumpulkan mayoritas merupakan sampah kiriman akibat banjir bandang dan cuaca ekstrem yang melanda Jepara sejak pertengahan Januari hingga awal Februari 2026.

Aksi bersih-bersih melibatkan berbagai unsur lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, hingga masyarakat dan relawan. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan persoalan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, yang memimpin langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa Gerakan Jepara Bersih akan dilaksanakan secara berkelanjutan.

> “Gerakan Jepara Bersih-bersih Serentak ini akan dilakukan secara berkala di seluruh kecamatan. Hari ini bukan hanya di satu titik, tetapi serentak di 16 kecamatan,” ujarnya.

 

Menurut Ary, kebersihan kawasan pesisir memiliki dampak besar terhadap citra daerah, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata.

> “Pantai adalah destinasi unggulan Jepara. Jika bersih dan nyaman, tentu akan meningkatkan daya tarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara, Agung Bagus Kade Kusimantara, menilai bahwa Gerakan Jepara Bersih tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pelaku usaha wisata.

> “Pantai memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jika pantai bersih, wisatawan akan datang dan merasa nyaman. Karena itu, pelaku usaha dan masyarakat pesisir harus ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan,” tegasnya.

 

Pasca banjir bandang awal Februari lalu, sejumlah kawasan wisata pantai di Jepara, terutama Pantai Teluk Awur dan Pantai Bayuran, dilaporkan dipenuhi sampah plastik, ranting kayu, dan material lainnya yang terbawa arus laut. Kondisi ini sempat mengganggu aktivitas nelayan serta menurunkan estetika kawasan wisata.

Melalui Gerakan Jepara Bersih-bersih Serentak, Pemkab Jepara berharap pemulihan ekosistem pesisir dapat berlangsung lebih cepat sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.*

Peliput: Petrus

Tinggalkan Balasan