TNews, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong inovasi pembangunan berbasis potensi lokal. Kecamatan Kembang resmi diplot sebagai wilayah percontohan program penataan tepi jalan desa dengan penanaman pohon produktif bernilai ekonomi tinggi.
Program ini disampaikan langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam kegiatan halal bihalal dan pisah sambut camat di Pendopo Kecamatan Kembang, Selasa (31/3/2026).
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa camat memiliki peran strategis dalam menggali potensi wilayah sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di tingkat kecamatan.
“Saya ingin camat memahami wilayahnya secara menyeluruh, mulai dari kendala hingga potensi yang bisa dikembangkan untuk kemajuan daerah,” tegasnya.
Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah penanaman pohon produktif seperti mangga dan kelengkeng di sepanjang jalan desa. Selain memperindah lingkungan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui hasil panen yang bernilai ekonomis.
Sebagai tahap awal, sebanyak 500 pohon akan ditanam dengan dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PLTU Tanjung Jati B. Program ini juga akan diperkuat melalui regulasi resmi berupa Peraturan Bupati (Perbup) agar memiliki landasan hukum yang jelas dan berkelanjutan.
“Inovasi ini bukan hanya soal penghijauan, tetapi bagaimana jalan desa bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” jelas Bupati.
Menariknya, gagasan ini berangkat dari inisiatif Camat Kembang sebagai bentuk langkah nyata membangun wilayah berbasis potensi lokal. Pemerintah Kabupaten Jepara pun memberikan apresiasi dan menjadikan Kecamatan Kembang sebagai pilot project yang diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain.
Selain program penghijauan produktif, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan Jepara Utara, termasuk Kecamatan Kembang, sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan cerdas yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan tata ruang desa secara berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan dukungan pihak swasta, program ini diharapkan menjadi model pembangunan desa modern yang tidak hanya indah, tetapi juga produktif dan mensejahterakan masyarakat.*
Peliput: Petrus













