TNews, JEPARA— Kepedulian nyata terhadap keselamatan publik kembali ditunjukkan Forkopimcam Keling. Jalan Raya Kelet, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, yang selama beberapa pekan terakhir rusak parah dan berlubang akibat guyuran hujan terus-menerus, akhirnya ditangani langsung melalui aksi cepat penambalan darurat demi mencegah kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan ini dikoordinasikan langsung oleh Camat Keling Lulut Andi Andriyanto, S.T. bersama jajaran, didukung penuh oleh Kapolsek Keling AKP Suyitno beserta anggota, serta Danramil 08/Keling Kodim 0719/Jepara Kapten Cke Y. Wibisono bersama personel TNI. Ketiganya turun langsung ke lapangan, bahu-membahu bersama warga menutup lubang-lubang jalan yang membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat.
Kerusakan jalan yang cukup ekstrem sebelumnya telah memicu keresahan masyarakat. Beberapa pengendara motor nyaris terjatuh, sementara kendaraan roda empat kerap terpaksa melambat drastis karena menghindari lubang besar yang tergenang air dan sulit terlihat, terutama saat hujan dan malam hari. Kondisi ini bukan sekadar mengganggu kenyamanan, tetapi nyata-nyata mengancam keselamatan jiwa.
Camat Keling Lulut Andi Andriyanto, S.T. menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral pemerintah kecamatan bersama unsur TNI-Polri untuk memastikan keselamatan warga dalam aktivitas mobilitas sehari-hari.
> “Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban. Jalan berlubang ini sudah membahayakan, maka kami sepakat bergerak cepat bersama Forkopimcam dan masyarakat. Ini langkah darurat sambil menunggu penanganan permanen dari instansi teknis terkait,” tegasnya.
Kapolsek Keling AKP Suyitno menyampaikan bahwa keselamatan pengguna jalan merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
> “Jalan rusak bisa menjadi faktor utama kecelakaan lalu lintas. Kehadiran kami di sini adalah bagian dari upaya preventif, agar masyarakat dapat berkendara dengan lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Danramil 08/Keling Kapten Cke Y. Wibisono menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam merespons persoalan nyata di tengah masyarakat.
> “TNI selalu siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan kepolisian. Ketika menyangkut keselamatan warga, tidak ada alasan untuk menunda,” katanya.
Aksi kolaboratif tersebut mendapat respons hangat dari warga dan pengguna jalan. Banyak pengendara yang melintas menghentikan kendaraannya sejenak untuk menyampaikan rasa terima kasih. Sejumlah warga bahkan mengaku terharu melihat kekompakan pimpinan kecamatan, TNI, dan Polri turun langsung ke lapangan tanpa sekat birokrasi.
> “Kami senang sekali, jalannya sudah lama rusak dan sangat berbahaya. Terima kasih kepada Camat, Polisi, dan TNI yang turun langsung membantu rakyat,” ujar seorang pengendara motor yang melintas.
Warga lainnya menyebut kegiatan ini sebagai contoh nyata pelayanan publik yang tidak hanya berbasis rapat dan wacana, tetapi hadir langsung menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat: keselamatan di jalan raya.
Langkah cepat Forkopimcam Keling ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa negara hadir di tengah rakyat, bukan menunggu laporan atau tragedi, tetapi bergerak lebih dulu mencegah risiko. Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan keterbatasan infrastruktur, sinergi lintas sektor seperti ini menjadi kunci utama menjaga keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan publik.
Kegiatan penambalan darurat ini diharapkan mampu meminimalisir potensi kecelakaan sambil menunggu perbaikan permanen dari instansi teknis terkait. Yang paling penting, masyarakat kini kembali merasakan jalan yang lebih aman untuk beraktivitas, bekerja, sekolah, dan menjalankan roda kehidupan sehari-hari.*
Peliput: Petrus













