Safari Ramadan di Mulyoharjo, Agus Sutisna Tegaskan Puasa Jadi Benteng Moral Era Digital

Gambar: Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna hadir pada Safari Ramadhan Serahkan Bantuan dan Sampaikan Tausiyah di Musholla Miftahul Jannah, Dukuh Surodadi RT 05/01, Desa Mulyoharjo (28/2/2026).

TNews, JEPARA— Suasana Ramadan yang hangat dan penuh kekhidmatan terasa di Musholla Miftahul Jannah, Dukuh Surodadi RT 05/01, Desa Mulyoharjo, saat Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna menghadiri kegiatan Safari Ramadan sekaligus menyerahkan bantuan bagi masyarakat, Jumat malam (28/2/2026).

Kehadiran pimpinan legislatif daerah tersebut disambut hangat warga dan tokoh agama setempat. Dalam suasana sederhana namun penuh kebersamaan, kegiatan Safari Ramadan tidak hanya menjadi agenda kunjungan resmi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antara pemimpin daerah dan masyarakat akar rumput.

Acara diawali sambutan Nadzir Musholla Miftahul Jannah yang menyampaikan rasa syukur atas perhatian dan kehadiran Ketua DPRD Jepara di tengah masyarakat. Jamaah yang memenuhi musholla tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga tausiyah Ramadan.

Gambar: Suasana khidmat Ramadhan di Musholla Miftahul Jannah, Dukuh Surodadi RT 05/01, Desa Mulyoharjo.

Pada kesempatan tersebut, Agus Sutisna menyampaikan tausiyah bertema “Puasa sebagai Benteng Moral di Tengah Arus Informasi.” Ia menyoroti tantangan moral masyarakat di era digital yang ditandai derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial.

Menurutnya, puasa memiliki makna jauh lebih dalam dibanding sekadar menahan lapar dan dahaga.

“Puasa adalah latihan mengendalikan diri. Tantangan hari ini bukan hanya makanan dan minuman, tetapi bagaimana kita mampu menahan hawa nafsu dalam menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia mengingatkan bahwa penyebaran informasi tanpa tabayyun, ujaran kebencian, hingga penggunaan media sosial secara berlebihan menjadi ujian moral masyarakat modern. Karena itu, Ramadan harus dimaknai sebagai momentum memperkuat iman sekaligus memperbaiki perilaku sosial.

Agus juga menegaskan bahwa nilai keimanan tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga persatuan dan harmoni sosial.

Ia mencontohkan kondisi Kabupaten Jepara yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang baik antarumat beragama dan antar-etnis.

“Musholla dan tempat ibadah harus terus dimakmurkan, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Kalau bukan kita yang menghidupkannya, sampai kapan kita terlena oleh kehidupan dunia yang fana,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, Ketua DPRD Jepara menyerahkan bantuan aspirasi pembangunan sebesar Rp25 juta untuk Musholla Miftahul Jannah. Selain itu, bantuan juga diberikan untuk pembangunan gedung serbaguna MWC NU Desa Mulyoharjo guna menunjang aktivitas sosial dan keagamaan warga.

Kegiatan Safari Ramadan ditutup dengan doa bersama yang berlangsung penuh haru dan kebersamaan. Di bawah cahaya lampu musholla dan suasana malam Ramadan yang tenang, pesan yang mengemuka menjadi refleksi bersama: puasa bukan hanya ibadah ritual, tetapi benteng moral menghadapi tantangan zaman, termasuk derasnya arus informasi di era digital.*

Peliput: Petrus

Tinggalkan Balasan