Setahun Wiwit–Gus Hajar Pimpin Jepara, Ekonomi Tumbuh dan Kemiskinan Menurun

Gambar: Satu tahun kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jepara, Wiwit Utomo dan Gus Hajar, menunjukkan capaian kinerja makro daerah bergerak positif.

TNews, JEPARA – Satu tahun kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Jepara, Wiwit Utomo dan Gus Hajar, menunjukkan capaian kinerja makro daerah yang bergerak positif. Hal ini tercermin dari data resmi yang dirilis Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara, Isnaini, melalui laporan Indikator Kinerja Makro Kabupaten Jepara tahun 2024–2025.

Data statistik tersebut memperlihatkan bahwa dalam satu tahun terakhir, sejumlah indikator utama pembangunan mengalami perbaikan signifikan, terutama pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara tercatat naik cukup tajam dari 4,22 persen pada 2024 menjadi 5,41 persen pada 2025, atau meningkat 1,19 persen poin. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas ekonomi daerah semakin bergerak, didorong sektor industri mebel, perdagangan, jasa, serta geliat pelaku UMKM.

Di sisi kesejahteraan sosial, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya dampak nyata dari stabilitas ekonomi dan berbagai program pembangunan yang mulai dirasakan masyarakat.

Gambar: Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jepara tercatat naik cukup tajam dari 4,22 persen pada 2024 menjadi 5,41 persen pada 2025, atau meningkat 1,19 persen poin.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun, dari 3,34 persen menjadi 3,30 persen. Meski tidak terlalu besar, tren ini memperlihatkan adanya peningkatan kesempatan kerja dan daya serap tenaga kerja lokal.

Kemajuan juga terlihat pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meningkat dari 74,32 menjadi 74,90, menandakan perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan, serta standar hidup masyarakat Jepara.

Tidak kalah penting, pengeluaran per kapita masyarakat meningkat dari Rp32,89 juta menjadi Rp34,92 juta per tahun, atau naik sekitar 6,17 persen, yang menggambarkan meningkatnya daya beli serta perputaran ekonomi masyarakat.

Namun demikian, data BPS juga memberikan catatan penting. Ketimpangan pendapatan masyarakat mengalami kenaikan, tercermin dari Rasio Gini yang naik dari 0,277 menjadi 0,304. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga merata hingga lapisan masyarakat bawah.

Secara keseluruhan, capaian indikator makro selama satu tahun kepemimpinan Wiwit–Gus Hajar menunjukkan arah pembangunan Jepara berada pada fase penguatan ekonomi dan perbaikan kesejahteraan. Meski demikian, agenda besar berikutnya adalah memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan merata oleh masyarakat desa, nelayan pesisir, buruh industri, hingga pelaku usaha kecil.

Data statistik ini sekaligus menjadi evaluasi objektif bahwa Jepara mulai bergerak maju, namun keberhasilan kepemimpinan ke depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga pertumbuhan sekaligus memperkecil kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat.*

Peliput: Petrus

Tinggalkan Balasan