Sujud Terakhir di Bumi Kartini, Letkol Khoirul Pamit dari Kodim 0719/Jepara

Gambar: Sujud terakhir Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E. di Bumi Kartini bukan sekadar perpisahan. Ia adalah simbol pengabdian tulus dan cinta mendalam kepada Jepara, tanah yang sarat nilai perjuangan R.A. Kartini.

TNews, JEPARA – Suasana haru tak terbendung menyelimuti Markas Kodim 0719/Jepara, Selasa (16/12/2025). Dengan langkah tegap namun hati yang penuh rasa, Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E. menapaki hari terakhir pengabdiannya di Kodim 0719/Jepara. Momen tersebut menjadi sujud terakhir di Bumi Kartini, sebelum dirinya berangkat ke Jakarta untuk melaksanakan perintah tugas negara yang baru, menandai babak lanjutan dalam perjalanan karier militernya.

 

Selama 16 bulan memimpin, Letkol Khoirul bukan sekadar seorang komandan bagi prajuritnya. Ia hadir sebagai pemimpin yang berdedikasi, tegas, dan disiplin, sekaligus pencetus berbagai program sosial inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kepemimpinannya memadukan ketegasan militer dengan kepedulian sosial, menjadikan Kodim 0719/Jepara tidak hanya kuat dalam tugas pertahanan, tetapi juga akrab dan menyatu dengan rakyat.

 

Hari itu, Jepara menjadi saksi sujud terakhir seorang pemimpin yang meninggalkan jejak pengabdian mendalam. Kepemimpinan Letkol Khoirul senantiasa berpijak pada nilai keteladanan, kedisiplinan, dan pengabdian tanpa pamrih, yang dirasakan langsung oleh prajurit maupun masyarakat luas.

Prosesi perpisahan digelar secara sederhana di Makodim 0719/Jepara namun sarat makna. Hadir memberikan penghormatan terakhir jajaran Forkopimda Jepara, seluruh jajaran Kodim 0719/Jepara, para perwira, bintara, tamtama, staf, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Kebersamaan tersebut menjadi gambaran kuatnya ikatan emosional yang terbangun selama masa kepemimpinan Letkol Khoirul.

 

Puncak suasana haru terjadi saat Letkol Khoirul menyampaikan pesan perpisahan. Berdiri tegap dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan kata-kata yang lahir dari ketulusan dan keikhlasan,

 

“Ini adalah sujud terakhir saya di Bumi Kartini. Terima kasih atas kerja sama, dedikasi, dan semangat yang telah kalian berikan. Teruslah melayani masyarakat dan jaga kehormatan Kodim 0719/Jepara,” ucapnya, menggema di ruang hati seluruh hadirin.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati lahir dari ketulusan, dedikasi, dan kepedulian, bukan semata dari jabatan. Suasana haru pun tak terelakkan. Sejumlah prajurit, staf, dan tokoh masyarakat tampak menitikkan air mata, tak kuasa menahan rasa kehilangan.

 

Salah seorang tokoh masyarakat menyampaikan kesan mendalamnya,

 

“Beliau adalah pemimpin yang kharismatik, bersahabat, dan inspiratif. Setiap inovasi dan kepeduliannya akan selalu menjadi pesan yang tertanam di hati masyarakat Jepara,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Kepergian Letkol Khoirul ke Jakarta menandai babak baru dalam karier militernya, namun karya bakti serta program-program sosial yang ia tinggalkan akan terus hidup.

Setiap gagasan yang lahir dari pemikirannya menjadi warisan berharga bagi penggantinya dan seluruh prajurit, agar Kodim 0719/Jepara tetap kokoh sebagai benteng pertahanan yang dekat dengan rakyat.

 

Sujud terakhir Letkol Arm Khoirul Cahyadi, S.E. di Bumi Kartini bukan sekadar perpisahan. Ia adalah simbol pengabdian tulus dan cinta mendalam kepada Jepara, tanah yang sarat nilai perjuangan R.A. Kartini.

 

Jepara mungkin kehilangan seorang pemimpin, namun meninggalkan kisah kepemimpinan kharismatik dan inspiratif yang akan terus dikenang sebagai warisan abadi bagi masyarakat dan Kodim 0719/Jepara. Selamat jalan, sang pemimpin. Selamat menunaikan tugas negara di tempat pengabdian yang baru. Semoga senantiasa diberi kelancaran, kesuksesan, serta amanah dalam setiap langkah pengabdian untuk Indonesia.*

Peliput: Petrus

Tinggalkan Balasan