Terang Kristus Menyentuh Hati, Umat Stella Maris Jepara Larut dalam Iman

Gambar: Perayaan diawali dengan Upacara Cahaya di luar gereja, di mana seluruh lampu dipadamkan.

TNews, JEPARA – Suasana iman yang begitu kuat dan menggetarkan terasa di Gereja Paroki Stella Maris Jepara pada Sabtu malam, 4 April 2026. Sejak pukul 17.00 WIB, umat Katolik telah berbondong-bondong datang dengan penuh antusias, memenuhi ruang gereja hingga aula, menandai kerinduan mendalam untuk merayakan misteri terbesar iman Kristiani: Kebangkitan Tuhan.

Tepat pukul 18.00 WIB, perayaan Vigili Paskah dimulai dengan penuh khidmat, dipimpin oleh Rm. Antonius Gunardi P., MSF. Malam suci ini menjadi momentum sakral yang tidak hanya menghadirkan keindahan liturgi, tetapi juga memperbarui iman umat dalam terang Kristus yang bangkit.

Upacara Cahaya: Dari Kegelapan Menuju Terang Kehidupan

Perayaan diawali dengan Upacara Cahaya di luar gereja, di mana seluruh lampu dipadamkan, melambangkan dunia yang masih berada dalam kegelapan dosa. Dalam suasana hening dan penuh makna, api baru diberkati sebagai lambang kehadiran Kristus yang mengalahkan maut.

Lilin Paskah dinyalakan, lalu diarak memasuki gereja. Seruan “Cahaya Kristus” menggema tiga kali, disambut umat dengan jawaban penuh iman, “Syukur kepada Allah.” Perlahan, cahaya lilin menyebar dari satu umat ke umat lainnya, mengubah kegelapan
menjadi terang yang hidup, simbol harapan baru yang lahir dari kebangkitan Kristus.

Pujian Paskah: Sukacita Surgawi Menggema

Suasana semakin semarak ketika Pujian Paskah dilantunkan. Umat larut dalam sukacita rohani, mengenangkan sejarah keselamatan yang mencapai puncaknya dalam kebangkitan Yesus Kristus.

Ungkapan syukur dan pujian menggema:

“O malam bahagia, yang menghubungkan kembali surga dengan dunia, Allah dengan umat manusia.”

Gambar: Upacara Cahaya: Dari Kegelapan Menuju Terang Kehidupan.

Kalimat ini menjadi inti refleksi iman, bahwa melalui kebangkitan Kristus, manusia dipersatukan kembali dengan Allah dalam kasih yang kekal.

Liturgi Sabda: Menelusuri Jejak Karya Keselamatan Allah

Dalam Liturgi Sabda, umat diajak merenungkan perjalanan panjang karya keselamatan Allah, mulai dari kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian, pengorbanan Abraham, hingga pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir.

Rangkaian bacaan ini bukan sekadar narasi sejarah, tetapi penegasan bahwa Allah selalu hadir menyelamatkan umat-Nya, hingga puncaknya dalam misteri Paskah: wafat dan kebangkitan Kristus.

Mazmur tanggapan yang dinyanyikan bersama memperkuat iman umat:

“Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya keselamatan-Mu.”

Gambar: Liturgi Sabda: Menelusuri Jejak Karya Keselamatan Allah.

Renungan Singkat (RESI): Paskah sebagai Harapan Baru

Dalam renungan singkatnya, Rm. Antonius Gunardi menegaskan bahwa Paskah bukan hanya perayaan simbolis, tetapi panggilan nyata untuk hidup baru.

Kebangkitan Kristus adalah cahaya yang:

Menghalau kegelapan dosa

Memulihkan harapan yang hilang

Menguatkan iman di tengah tantangan hidup

Umat diajak untuk tidak hanya merayakan Paskah secara liturgis, tetapi juga menghadirkan terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari, dalam kasih, pengampunan, dan persaudaraan.

Guyub dan Penuh Sukacita: Wajah Gereja yang Hidup

Antusiasme umat Paroki Stella Maris Jepara mencerminkan wajah Gereja yang hidup dan guyub. Kehadiran umat dari berbagai kalangan, keluarga, orang muda, hingga lansia, menjadi bukti bahwa iman tetap menyala di tengah dinamika zaman.

Malam Vigili Paskah ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan pengalaman iman yang mendalam: dari kegelapan menuju terang, dari kematian menuju kehidupan.

Penutup: Cahaya Itu Kini Ada Dalam Diri Kita

Perayaan ditutup dengan semangat baru yang menyala dalam hati umat. Lilin-lilin yang semula kecil kini menjadi simbol terang Kristus yang hidup dalam setiap pribadi.

Paskah mengingatkan: Kristus telah bangkit, dan bersama-Nya, harapan manusia pun dibangkitkan.

Malam itu, Jepara tidak hanya diterangi cahaya lilin, tetapi juga oleh iman yang hidup, kasih yang menguatkan, dan harapan yang tak pernah padam.*

Peliput: Petrus

Tinggalkan Balasan