TNews, JEPARA — Kelengahan kecil kembali berbuah kerugian. Seorang terduga pelaku pencurian sepeda motor berhasil diamankan warga setelah kepergok beraksi di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa kejahatan kerap terjadi bukan hanya karena niat pelaku, tetapi juga karena adanya kesempatan.
Kapolsek Pecangaan, AKP Bambang Suroyo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, pencurian bermula sekitar pukul 03.00 WIB saat korban bersiap mengantar program MBG. Dalam kondisi tergesa, korban lupa mencabut kunci motor yang masih tertancap di kendaraan.
“Korban mengecek barang-barang, lalu mendengar suara motor keluar dari rumah. Ternyata kunci masih tertinggal di motor,” ujar AKP Bambang, Minggu (8/2).
Motor yang dicuri adalah Suzuki Shogun lawas dengan estimasi harga sekitar Rp800 ribu. Ironisnya, kendaraan tersebut dalam kondisi karburator terbuka sehingga tidak bisa melaju jauh.
“Motor itu hanya mampu berjalan sekitar 800 meter sebelum mogok,” jelas Kapolsek.
Mengetahui motornya dibawa kabur, korban langsung mengejar menggunakan kendaraan lain. Di depan pegadaian dekat Polsek Pecangaan, motor pelaku mendadak mati mesin. Di titik itulah warga dan anggota polisi yang siaga langsung membantu mengamankan pelaku.
Dari pemeriksaan awal, diketahui pelaku berjumlah dua orang, namun satu lainnya berhasil melarikan diri. Polisi sempat mencoba memancing pelaku kedua dengan menghubungi nomor ponsel milik rekannya yang tertangkap dan mengajaknya bertemu di wilayah Kudus. Namun upaya itu gagal setelah pelaku curiga dan memilih menghilang.
Pelaku yang tertangkap diketahui merupakan warga Kabupaten Kudus dan kini diamankan di Polsek Pecangaan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Reskrim.
AKP Bambang menegaskan, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat bahwa kelalaian sekecil apa pun bisa membuka peluang kejahatan.
“Kami imbau warga selalu waspada. Jangan pernah meninggalkan kunci di kendaraan meski hanya sebentar. Pelaku kejahatan sangat jeli membaca peluang,” tegasnya.
Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa peran aktif warga dan kesiapsiagaan aparat mampu menggagalkan aksi kriminal. Namun di sisi lain, kasus ini juga menjadi alarm keras bahwa budaya abai terhadap keamanan diri sendiri masih menjadi celah empuk bagi para pelaku kejahatan.*
Peliput: Petrus













