Valentine di Altar Cinta: Sakramen Suci Mengikat Alfon dan Ella dalam Berkat Abadi

Gambar: Alfonsius Suwi Hertanto (Alfon) dan Maria Angela (Ella) mengikrarkan janji suci dalam Misa Pemberkatan Sakramen Pernikahan, Sabtu (14/2/2026).

TNews, MALANG – Suasana penuh khidmat dan sakral menyelimuti Gereja Ratu Rosari dari Fatima Kesatrian saat Alfonsius Suwi Hertanto (Alfon) dan Maria Angela (Ella) mengikrarkan janji suci dalam Misa Pemberkatan Sakramen Pernikahan, Sabtu (14/2/2026), bertepatan dengan Hari Valentine.

Perayaan Ekaristi pemberkatan dipimpin oleh Rm. Jeesh Peter Sahari, yang dengan penuh wibawa meneguhkan kedua mempelai dalam sakramen kudus yang menjadi tanda kasih Kristus kepada Gereja-Nya. Di hadapan altar Tuhan, keluarga besar, serta umat yang hadir, Alfon dan Ella berjanji setia dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, sepanjang hidup mereka.

Alfonsius Suwi Hertanto (Alfon) merupakan putra dari Bapak Augustinus Herlambang, sementara Maria Angela (Ella) adalah putri dari Bapak Hendrikus Aron. Saksi pernikahan dipercayakan kepada Bapak dan Ibu Adrianus Syukur, yang turut menyaksikan secara sah dan religius janji cinta kedua mempelai.

Gambar: Keluarga besar mempelai laki laki.

Enam Pilar Rumah Tangga: Pesan Mendalam di Hari Kasih

Dalam homilinya yang penuh makna, Rm. Jeesh menegaskan bahwa pernikahan Katolik bukan sekadar perayaan cinta, melainkan panggilan hidup yang harus dibangun di atas enam pilar utama:

1. Komitmen Seumur Hidup
Cinta tidak berhenti di masa pacaran atau pesta pernikahan. Komitmen harus dijaga dan diperjuangkan hingga akhir hayat, sebagai bentuk kesetiaan terhadap janji di hadapan Allah.

2. Ucapan yang Menyenangkan Hati
Rumah tangga dibangun dengan kata-kata yang menguatkan, bukan melukai. Bahasa cinta menjadi jembatan kebahagiaan suami istri.

3. Saling Memahami dan Menguatkan
Dalam suka dan duka, pasangan dipanggil untuk menjadi penopang, bukan penambah beban.

4. Komunikasi Terbuka dan Jujur
Suami istri adalah sahabat seumur hidup. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi, sekecil apa pun, sekalipun menyakitkan. Kejujuran adalah fondasi keperca

Gambar: Keluarga mempelai Ella.

yaan.

5. Menciptakan Kondisi yang Nyaman dan Aman
Rumah harus menjadi tempat pulang yang penuh penerimaan, keramahan, dan rasa aman. “Berikan kunci istimewa bagi keluargamu,” pesan Romo, menandaskan pentingnya rasa memiliki dan keterbukaan.

6. Meningkatkan Kasih Sayang
Kasih bukan hanya perasaan, tetapi keputusan untuk terus memberi dan mengasihi setiap hari.

 

Pesan enam pilar ini menjadi bekal rohani yang mendalam bagi keluarga baru Alfon dan Ella, agar rumah tangga mereka senantiasa berakar dalam kasih Kristus dan bertumbuh dalam berkat Tuhan.

Sah Secara Gereja dan Kanonik

Sebelum menerima Sakramen Pernikahan, kedua mempelai telah mengikuti pembekalan pranikah di paroki, memenuhi seluruh persyaratan administrasi, serta dinyatakan bebas dari halangan hukum kanonik Gereja. Dengan demikian, pernikahan ini sah secara Gereja dan diteguhkan dalam iman Katolik.

Perayaan berlangsung penuh haru. Lilin menyala di altar, doa-doa dipanjatkan, dan berkat air suci dipercikkan sebagai lambang penyucian dan perlindungan ilahi atas bahtera rumah tangga yang baru berlayar.

Di Hari Valentine 2026, cinta Alfon dan Ella tidak hanya dirayakan sebagai ungkapan rasa, tetapi dimeteraikan sebagai sakramen — tanda nyata kehadiran Allah dalam kehidupan manusia.

Semoga keluarga baru ini menjadi keluarga yang diberkati, subur dalam kasih, kuat dalam iman, dan menjadi terang serta garam bagi Gereja dan masyarakat.*

Peliput: Petrus

Tinggalkan Balasan